Hallo Keluarga Sejahtera,
Setiap bayi lahir memiliki kebutuhan naluriah untuk berkomunikasi.
Tapi belajar berbicara memerlukan waktu - dan membutuhkan jenis keterampilan motorik yang baru dimiliki bayi sekitar ulang tahun pertama mereka.
Studi menunjukkan bahwa ketika bayi belum memiliki keterampilan motorik, mereka memiliki kemampuan untuk memahami dan menggunakan bahasa dengan baik sebelum mereka dapat berbicara.
Melalui bimbingan yang benar, mereka banyak bicara - dengan tangan mereka!
Dalam beberapa tahun terakhir, bahasa isyarat digunakan sebagai metode berkomunikasi hanya untuk mereka dengan gangguan pendengaran.
Penelitian sekarang menunjukkan bahwa bahasa isyarat juga merupakan cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan bayi yang belum dapat berbicara.
Dan bahkan lebih luar biasa, bahasa isyarat memungkinkan bayi untuk merespon kembali isyarat anda.
Ada banyak manfaat untuk bayi menggunakan bahasa isyarat, maka dari itu disarankan para orang tua untuk menerapkan bentuk komunikasi dengan cara ini.
Manfaat pertama menggunakan Bahasa Isyarat Bayi adalah memberi bayi Anda kemampuan untuk mengungkapkan kebutuhannya.
Bila anda tertarik dengan manfaat lain penggunaan bahasa isyarat bayi anda bisa mempelajarinya lebih jauh di bahasaisyarat.com
Bayi anda akan merasa frustasi bila dia tidak dapat menyampaikan/menjelaskan yang menjadi keinginannya, dan apa yang anda dapat..?
bayi anda akan menangis atau mengamuk.. yang merupakan bentuk protesnya, jangan biarkan hal ini terjadi karena komunikasi yang tidak "klik"
Dapatkan keuntungan lain dari penggunaan bahasa isyarat dan nikmati indahnya berkomunikasi dengan bayi anda
Salam Hangat saya
Miranda Kalila
Nama-Bayi.net
Showing posts with label Me and my family..... Show all posts
Showing posts with label Me and my family..... Show all posts
09 April 2010
18 July 2009
My baby boy (part 1) ....
Topik yg ga pernah ada habisnya diperbincangkan oleh para bunda adalah anak..aq juga gitu. This story is about my 28th month son, Rakha...
Rakha lahir 03 Maret 2007 secara caesar..seperti kebanyakan bayi lainnya dia tertawa, nangis, ngoceh, tengkurep (bahasa indonesia bakunya apa ya..hehehe), merangkak & yg pasti begadang ^__^. Tp ga tau kenapa waktu 15 bulan dia berhenti ngoceh & yg bikin semua khawatir adalah Rakha ga mau nengok klo dipanggil. Butuh waktu berbulan-bulan buat aq mengakui bahwa Rakha hrs segera dibawa kedokter untuk diperiksa. Aq merasa tdk ada seorang ibu yg mau menerima kenyataan bahwa anaknya butuh bantuan dari ahlinya, demikian pula denganku. Aq merasa aq sudah berusaha sekuat tenaga utk menjadi ibu yg baik. Aq merasa gagal ketika menyadari kami butuh bantuan. Jadi setelah dipikir2, mungkin aq yg lebih butuh bantuan daripada Rakha (",).
Akhirnya Rakha kami bawa ke DSA yg memang khusus menangani tumbuh kembang anak. Namanya dr. Hardiono D Pusponegoro. Aq sangat sangat sangat takut klo sampai dokter mendiagnosa Rakha mengidap autis. Tp ternyata dokter sendiri belum berani menyimpulkan apa2 & menyarankan Rakha utk ikut terapi Sensory Integration (SI) (aq akan membahasnya dipostingan berikutnya ya..). Aq merasa stres, bingung & sedih dlm waktu bersamaan.. Alhamdulillah seluruh keluargaku sangat support shg step by step aku bisa mengembalikan kepercayaan diriku. Aq yakin ALLAH tidak akan memberikan suatu cobaan diluar batas kemampuan umatnya..Aq menyerahkan semuanya kembali kepada YANG MAHA KUASA..
Terapi SI Rakha jalani seminggu sekali & Alhamdulillah perkembangannya sangat menggembirakan..Interaksi Rakha dengan lingkungannya sekarang jauh lebih baik & sangat hangat. Dia sudah bisa bercanda, berantem & mencium aq..oiya ternyata anak berantem tidak lantas berarti buruk loh...Rakha dulu klo mainannya direbut orang lain tdk pernah marah tp ternyata itu tdk baik utk perkembangan anak. Jadi sekarang klo aq lihat dia berantem rebutan mainan dengan kakak sepupunya, aku selalu tersenyum...Permasalahan Rakha sekarang tinggal komunikasi verbalnya yg belum bisa walo babling bermakna sudah lebih sering muncul..
Terapi Rakha masih terus berlanjut hingga sekarang..Tapi pelajaran yg aq & suami dapatkan sangatlah banyak & berharga. Kami diingatkan untuk bersyukur atas segala nikmat yg telah kami peroleh. Ditempat terapi aq melihat banyak anak2 lain yg ternyata kondisinya lebih parah daripada Rakha. Kami harus terus semangat demi Rakha. Tidak ada anak yg bisa memilih ingin jadi anak dari siapa..Mereka adalah titipan ALLAH yg harus selalu kita jaga & bimbing..Kami yakin kami dititipkan Rakha pasti ada maksudnya & karena IA yakin kami akan bisa menjaga amanahNya. Kami selalu menganggap dibalik segala kekurangannya, Rakha punya banyak kelebihan. Rakha ada berlian kami yang belum terasah..Ia akan bersinar & INDAH PADA WAKTUNYA.....
I dedicate this 4 my beloved baby boy, RAKHA WIDYADHANA....
Rakha lahir 03 Maret 2007 secara caesar..seperti kebanyakan bayi lainnya dia tertawa, nangis, ngoceh, tengkurep (bahasa indonesia bakunya apa ya..hehehe), merangkak & yg pasti begadang ^__^. Tp ga tau kenapa waktu 15 bulan dia berhenti ngoceh & yg bikin semua khawatir adalah Rakha ga mau nengok klo dipanggil. Butuh waktu berbulan-bulan buat aq mengakui bahwa Rakha hrs segera dibawa kedokter untuk diperiksa. Aq merasa tdk ada seorang ibu yg mau menerima kenyataan bahwa anaknya butuh bantuan dari ahlinya, demikian pula denganku. Aq merasa aq sudah berusaha sekuat tenaga utk menjadi ibu yg baik. Aq merasa gagal ketika menyadari kami butuh bantuan. Jadi setelah dipikir2, mungkin aq yg lebih butuh bantuan daripada Rakha (",).
Akhirnya Rakha kami bawa ke DSA yg memang khusus menangani tumbuh kembang anak. Namanya dr. Hardiono D Pusponegoro. Aq sangat sangat sangat takut klo sampai dokter mendiagnosa Rakha mengidap autis. Tp ternyata dokter sendiri belum berani menyimpulkan apa2 & menyarankan Rakha utk ikut terapi Sensory Integration (SI) (aq akan membahasnya dipostingan berikutnya ya..). Aq merasa stres, bingung & sedih dlm waktu bersamaan.. Alhamdulillah seluruh keluargaku sangat support shg step by step aku bisa mengembalikan kepercayaan diriku. Aq yakin ALLAH tidak akan memberikan suatu cobaan diluar batas kemampuan umatnya..Aq menyerahkan semuanya kembali kepada YANG MAHA KUASA..
Terapi SI Rakha jalani seminggu sekali & Alhamdulillah perkembangannya sangat menggembirakan..Interaksi Rakha dengan lingkungannya sekarang jauh lebih baik & sangat hangat. Dia sudah bisa bercanda, berantem & mencium aq..oiya ternyata anak berantem tidak lantas berarti buruk loh...Rakha dulu klo mainannya direbut orang lain tdk pernah marah tp ternyata itu tdk baik utk perkembangan anak. Jadi sekarang klo aq lihat dia berantem rebutan mainan dengan kakak sepupunya, aku selalu tersenyum...Permasalahan Rakha sekarang tinggal komunikasi verbalnya yg belum bisa walo babling bermakna sudah lebih sering muncul..
Terapi Rakha masih terus berlanjut hingga sekarang..Tapi pelajaran yg aq & suami dapatkan sangatlah banyak & berharga. Kami diingatkan untuk bersyukur atas segala nikmat yg telah kami peroleh. Ditempat terapi aq melihat banyak anak2 lain yg ternyata kondisinya lebih parah daripada Rakha. Kami harus terus semangat demi Rakha. Tidak ada anak yg bisa memilih ingin jadi anak dari siapa..Mereka adalah titipan ALLAH yg harus selalu kita jaga & bimbing..Kami yakin kami dititipkan Rakha pasti ada maksudnya & karena IA yakin kami akan bisa menjaga amanahNya. Kami selalu menganggap dibalik segala kekurangannya, Rakha punya banyak kelebihan. Rakha ada berlian kami yang belum terasah..Ia akan bersinar & INDAH PADA WAKTUNYA.....
I dedicate this 4 my beloved baby boy, RAKHA WIDYADHANA....
Subscribe to:
Posts (Atom)